Posted On: Juli 3, 2020

Pompa Air Tenaga Surya yang Merubah Kehidupan Warga Palanggai, SUMBA

Implementasi pompa air tenaga surya lorentz UNDP di palanggai - 1

Implementasi pompa air tenaga surya – Palanggai adalah desa kecil di Sumba Timur dengan tanah gersang, berbukit, menghadap ke arah laut. Daerah ini juga tidak memiliki akses air bersih maupun listrik yang baik. Daerah ini merupakan satu dari beberapa daerah termiskin di Indonesia selain Papua dan Papua Barat dengan presentase kemiskinan hingga 26%, dua kali lipat dari standar nasional.

Kemiskinan tersebut ditambah dengan fakta bahwa 80% masyarakat daerah tersebut mengandalkan mata pencahariannya dari pertanian tadah hujan. Kondisi lahan didaerah ini semakin memburuk akibat adanya perubahan iklim. Hal ini terlihat dari adanya kekeringan yang berkepanjangan yang diperkirakan akan semakin memburuk dalam 10 tahun mendatang.

Warga Desa Palanggai tidak memiliki akses air bersih yang cukup untuk kebutuhan sehari-harinya

Implementasi pompa air tenaga surya lorentz & UNDP di palanggai - 1

Warga Desa Palanggai tidak memiliki akses air bersih yang memadai untuk memasak, mandi, dan mencuci. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga desa harus berjalan hingga 12 km. Menjauh dari bibir pantai menuju sebuah mata air di padang sabana tandus dengan air yang tidak terlalu jernih. Selanjutnya mereka masih harus membayar Rp 5.000,- untuk 5 liter air. Tidak hanya pada pagi hari saja, pada sore hari mereka harus kembali lagi mengambil cadangan air untuk malam dan esok hari. Total jarak yang harus mereka tempuh adalah sekitar 48 km setiap harinya, hanya untuk mengambil air.

Baca Juga:

UNDP bersama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, membangun Sistem Pompa Air Tenaga Surya untuk memecahkan masalah ini.

Implementasi pompa air tenaga surya lorentz & UNDP di palanggai - 2

UNDP (United Nation of Development Program) bersama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berusaha untuk memecahkan masalah ini. Kerjasama ini melahirkan Strategic Planning and Action Strengthen Climate Resilience of Rural Communities (SPARC) atau Perencanaan Strategis dan Tindakan untuk Memperkuat Iklim Komunitas Pedesaan. Salah satu daerah yang menjadi sasaran program ini adalah daerah Palanggai, Sumba. Dengan permasalahan utama akses air bersih sehingga dibangun Sistem Pompa Air Tenaga Surya (PATS). Dibantu oleh BAPPEDA NTT, dan GEF (Global Environmental Fund) diharapkan memberi dampak nyata. Bekerjasama dengan Sanspower sebagai perusahaan penyedia PATS Lorentz, program ini adalah Program Crowdfunding pertama yang berhasil dijalankan oleh UNDP di Asia Pasifik.

Setelah ada Sistem Pompa Air Tenaga Surya (PATS), masyarakat tidak perlu berjalan jauh lagi untuk memenuhi kebutuhan airnya.

Implementasi pompa air tenaga surya lorentz & UNDP di palanggai - 3

Setelah ada Sistem Pompa Air Tenaga Surya (PATS) mereka tidak perlu berjalan jauh lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Mereka hanya perlu membayar Rp. 10.000,- setiap bulannya yang akan digunakan sebagai perawatan dan perbaikan Sistem PATS tersebut. Sehingga mereka dapat mandi dengan bersih setiap hari, memasak, menanam sayuran untuk dikonsumsi sehari-hari dan tidak perlu berjalan jauh untuk mengambil air. Selain pemenuhan kebutuhan sehari-hari, ketersediaan air yang cukup juga memberikan peluang untuk mengembangkan mata pencaharian seperti pengolahan ikan, peternakan, dan pertanian. Sehingga memberikan berbagai manfaat bagi warga Desa Palanggai, termasuk keamanan pangan dan kesehatan yang lebih baik.

Implementasi pompa air tenaga surya berjenis pompa submersible dapat memberikan perbedaan yang signifikan pada kehidupan warga Desa Palanggai. Ibu-ibu tidak lagi harus berjalan jauh untuk mengambil air, mereka tidak perlu membayar Rp. 5.000 untuk satu jerigen air yang akan habis dalam satu hari. Mereka hanya perlu membayar Rp. 10.000 per bulan yang akan digunakan untuk pemeliharaan sumur. Warga bisa mencuci setiap hari, padahal sebelumnya hanya bisa dilakukan satu minggu sekali karena kekurangan akses air bersih. Anak-anak bisa bersekolah lebih tenang karena tidak perlu menyisihkan waktu untuk mengambil air.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *