Posted On: Agustus 25, 2020

Tips Menghadapi Musim Kemarau untuk Para Petani

mengatasi kekeringan

Mengatasi Kekeringan — Saat ini, musim sudah sangat sulit ditebak. Petani semakin kehilangan cara untuk bisa tetap mempertahankan hasil pertaniannya agar tetap untung. Dikatakan musim hujan terkadang malah tidak ada hujan, sedangkan ketika sudah dirasa memasuki musim kemarau ternyata hujan.

Hal-hal seperti ini memang di luar kendali kita sebagai manusia. Perubahan iklim terjadi karena berbagai faktor dan memang sudah terjadi. Untuk mengembalikannya pun sangat sulit. Hal ini dapat diatasi dengan kemampuan petani sebagai manusia yang mudah beradaptasi.

Saat tidak ada hujan dan menyebabkan kekeringan maka petani harus melakukan berbagai hal yang efektif untuk mengatasinya. Bagaimana caranya? Berikut cara mengatasi kekeringan di bidang pertanian:

Dengan Menggunakan “Pompanisasi dan Pipanisasi”

Pertama, Anda bisa menggunakan pompa atau menggunakan pipa. Pompa digunakan untuk menarik air dari sumber air yang berada di sekitar lahan pertanian yang bisa diambil airnya. Dengan menggunakan pompa air ini, maka di musim kemarau pun Anda masih bisa mendapatkan air. Pompa ini dijalankan dengan menggunakan mesin listrik maupun diesel. untuk memindahkan aliran air di sungai ke arah lahan pertanian yang mungkin letaknya lebih tinggi sehingga tidak bisa dialirkan secara manual.

Sistem perpipaan juga harus diperhatikan dengan baik agar dapat mengalirkan air sungai atau air danau yang letaknya jauh untuk dibawa ke lahan pertanian Anda. Biasanya penggunaan pipa ini dilakukan secara kolektif dari banyak petani.

Sistem pompa yang umum digunakan adalah pompa listrik PLN dan pompa diesel, tetapi ada sistem pompa lain yang juga bisa digunakan yaitu pompa air tenaga surya. Pompa ini menggunakan panel surya yang menghasilkan listrik dari sinar matahari. Sehingga Anda tidak perlu membeli BBM tiap hari atau membayar tagihan listrik tiap bulannya.

Baca Juga:

Pembangunan Embung atau Long Storage

membuat embung untuk mengatasi kekeringan

Selain dengan menggunakan pompa dan juga pipa, Anda juga bisa melakukan pembangunan embung yang bisa dilakukan dengan menggunakan dana kolektif antar petani atau bisa juga dengan menggunakan dana dari pemerintah. Pemerintah saat ini juga memfasilitasi pembuatan embung untuk kesejahteraan para petani Indonesia.

Prinsip penggunaan embung ini adalah menampung air dalam jumlah yang sangat besar pada saat musim hujan tiba. Sehingga air hujan tidak akan terbuang dengan sia-sia. Lalu, air pada embung tersebut dapat dimanfaatkan oleh petani saat musim kemarau melanda. Untuk mengatasi kekeringan air dari embung tersebut dapat dialirkan melalui parit kecil atau melalui pipa.

Melakukan Pembangunan Sumur Bor

Selanjutnya untuk mengatasi kekeringan, Anda bisa menggunakan pembangunan sumur bor. Sumur bor ini dalamnya bisa mencapai 100 meter atau lebih dan mengambil sumber air dari dalam tanah secara alami. Namun, untuk memasangnya perlu biaya yang cukup tinggi tetapi untuk penggunaan jangka panjang dan teratur maka mahalnya alat ini bisa kembali karena keuntungan yang Anda dapatkan lebih banyak.

Anda dapat menggunakan pompa untuk menarik air dari dalam tanah ke permukaan. Jadi tentu perlu aliran listrik di dalamnya. Namun, saat ini tidak hanya dengan menggunakan listrik PLN saja tetapi sudah ada pompa yang menggunakan sumber energi matahari yang lebih hemat.

Mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi

Berikutnya, Anda harus mengikuti program asuransi yaitu Asuransi Usaha Tani Padi atau AUTP. Dengan mengikuti asuransi ini, maka jika panen Anda mengalami kerugian karena kekeringan maka Anda akan mendapatkan jaminan. Hal ini sangat berguna jika lahan sering kali mengalami kekeringan. Jika lahan pertanian Anda mengalami kekeringan hingga 70 persen maka Anda akan mendapatkan ganti rugi bahkan sampai 6 juta per hektarnya.

Menggunakan Berbagai Cara Organik dan Menghindari Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya

Selain itu, Anda juga tidak boleh menggunakan berbagai macam bahan yang pada dasarnya adalah zat kimia yang berbahaya. Hal ini sering kali terjadi karena seringnya masyarakat menggunakan pestisida dan juga menggunakan pupuk kimia. Oleh karena itu, ganti pupuk, pestisida, dan yang lainnya dengan menggunakan bahan organik. Tanah yang terkena berbagai jenis bahan yang berbahaya tersebut lama kelamaan akan kehilangan bahan organik sehingga tanah menjadi lemah dan mengakibatkan tanah menjadi tidak mampu untuk menyimpan air hujan.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *