October 26, 2026
Kemarau Panjang 2026 di Jawa Timur: Pompa Air Tenaga Surya sebagai Adaptasi, Bukan Sekadar Hemat BBM

Kemarau 2026 lebih kering dan lebih panjang dari biasanya. Pompa air tenaga surya (PATS) membantu petani tetap mengairi lahan tanpa menambah beban solar. Saat matahari paling terik, pompa ini justru bekerja paling kuat.
Seberapa panjang kemarau tahun ini
BMKG memperkirakan puncak kemarau 2026 terjadi pada Agustus, dengan kondisi lebih kering dan lebih panjang dari normal akibat El Niño. Untuk Jawa Timur, pengaruh El Niño terhadap turunnya curah hujan diperkirakan berlangsung Juni sampai November 2026.
Per 20 September 2026, sebagian besar wilayah Jawa Timur sudah lebih dari 60 hari tanpa hujan. Musim hujan yang merata baru diperkirakan datang pada Desember 2026.
Dua tekanan untuk petani: air dan solar

Saat kemarau, pompa harus menyala lebih lama untuk mengairi lahan yang sama, sehingga solar yang terbakar pun bertambah. Per 1 Oktober 2026, harga Biosolar bersubsidi Rp6.800 per liter. Petani yang tidak mendapat kuota subsidi harus membeli Dexlite seharga Rp23.700 per liter di wilayah Jawa.
Apa kata riset
Badan Litbang Kementerian Pertanian pernah menguji sistem irigasi pompa tenaga surya untuk bawang merah di Bantul. Sistem yang diuji adalah kombinasi tenaga surya dan pompa BBM.
Selisihnya sekitar 104 liter solar dan 0,28 ton CO₂ per hektare setiap musim tanam. Angka ini berasal dari studi pihak ketiga. Hasil di lahan lain bisa berbeda, tergantung kedalaman sumur, jenis tanaman, dan pola pengairan
Cara kerja PATS

Panel surya menghasilkan listrik, lalu controller mengatur aliran listrik ke pompa. Pompa bisa berupa tipe submersible (dicelup ke sumur) atau surface (di permukaan). Sistem ini bisa bekerja tanpa listrik PLN maupun genset.
Pompa memompa paling deras saat siang dan cerah, dan air bisa disimpan di tandon untuk dipakai sore hari. Bila kebutuhan air juga tinggi di malam hari, tersedia pilihan sistem hybrid.
Sanspower adalah Approved Distribution Partner LORENTZ (Jerman), produsen sistem pompa tenaga surya.
Kaitannya dengan SDGs dan adaptasi iklim
- SDG 2 (Tanpa Kelaparan): panen tetap terjaga meski kemarau panjang.
- SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi): akses air lebih stabil untuk lahan dan warga.
- SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau): pompa memakai listrik surya, bukan BBM.
- SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): membantu beradaptasi dengan kemarau, sekaligus menekan emisi.
Menurut IRENA, pompa surya tidak membutuhkan bahan bakar dan biaya operasinya rendah. Hambatan utamanya ada pada biaya awal. Karena itu, banyak program PATS berjalan lewat kelompok tani, Dana Desa, atau kolaborasi CSR perusahaan.
Data yang perlu disiapkan sebelum survei
- Kedalaman sumur dan posisi muka air.
- Luas lahan dan jenis tanaman.
- Perkiraan kebutuhan air per hari.
- Pompa yang dipakai sekarang dan konsumsi solarnya per hari.
- Jarak dari sumber air ke lahan atau tandon.
Langkah berikutnya
Konsultasikan kebutuhan pompa air untuk lahan Anda bersama tim Sanspower melalui WhatsApp 0812-3351-3534.
Sumber
- BMKG — Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, Perkuat Kesiapan Hadapi Dampak El Niño
- BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur — El Niño Tahun 2026 di Jawa Timur
- Detik Jatim — BMKG Prediksi Musim Hujan di Jatim Mundur
- Kementan — Pengembangan Sistem Irigasi Pompa Tenaga Surya Hemat Air dan Energi (Jurnal Tanah dan Iklim, 2017)
- UNFCCC CDM — Tool Repository of Default Values (faktor emisi diesel)
- IRENA — Solar Pumping for Irrigation: Improving Livelihoods (2016)
- Liputan6 — Daftar Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026
- Medcom — Daftar Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026
